Category: automotif


JAKARTA, KAMIS – Menjelang kenaikan BBM, para ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) berbondong-bondong meluncurkan produk terbarunya. Setelah Suzuki dengan SX-4 CKD, Mitsubishi menyodorkan Strada Triton Exceed, kini menyusul GM AutoWorld Indonesia (GMAWI), ATPM dari Chevrolet yang memperkenalkan New Chevrolet Optra Magnum 1.600 cc di pusat perbelanjaan mal PI.

Optra Magnum 1.6L ini merupakan generasi kedua, setelah sebelumnya Optra 1.8L beberapa tahun silam. “Kami yakin, meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap produk Chevrolet menjadi momen yang tepat meluncurkan Optra Magnum,” ungkap Mukiat Sutikno, Managing Director GM AutoWorld Indonesia pada acara peluncuran. Masih ada pertimbangan lain membuat Mukiat yakin mid-sedannya itu bisa sukses.

Di antaranya soal harga. “Optra Magnum hadir dengan harga yang terjangkau,”tambah Mukiat. Sekarang ini, pihak GMAWI mematok harga on the road (OTR) untuk DKI Rp 176.900.000 (manual) dan Rp.188.900.000 (matik). Di kelasnya, Magnum hanya bersaing dengan produk dari negeri jiran (Malaysia) Proton Waja (sekitar Rp 185 juta) dan Neo Satria (sekitar Rp. 300 juta).

Keputusan GM bermain di kelas 1.600 cc merupakan strategi yang jitu. Sebab, persaingan di pangsa pasar nasional ramai dengan kelas 1.800 cc dan 1.500 cc yang dikuasai produk-produk dari Jepang.

Selain harga, juga desain. menurut Mukiat, Magnum memiliki fitur-fitur yang ideal. “Kalau ingin memiliki kualitas yang tinggi juga bisa. Seperti kantung udara yang sekarang hanya ada satu, bisa ditambah dua atau tiga lagi. Selain itu, sedan ini di desain oleh Pininfarina (rumah desain otomotif di Italia). Pantas bila tampang Magnum  agak modern ketimbang Optra 1.8L.

Ketika ditanya perihal kenaikan BBM dan harga yang sudah dipatok, penyuka Ju Jitsu ini menegaskan; “Kalau sudah ada yang memberi DP, tetap diberlakukan harga semula. Mengenai target, Mukiat hanya mematok 200 unit sampai akhir tahun 2008.”Bisa juga di atas itu, antara 300 sampai 350 unit, tergantung perkembangan nanti,” tutup Mukiat. (Sbt)

Sumber : kompas
SBT

JAKARTA, KAMIS - Setelah sukses dengan seri A3, A6 dan A8,  PT Indomobil Sukses International Tbk selaku ATPM Audi kembali meluncurkan model terbarunya The New Audi A4 di Grand Indonesia, Kamis (22/5).  Sedan premium ini hasil  kolaborasi kecanggihan yang diterapkan di seri A6 dan A8. Dan di negeri Asalnya, Jerman, A4 diperkenalkan 10 September 2007 bersamaan dengan Internasional Motor Show ke-62 di Frankfurt.

Di Indonesia sendiri, Audi A4 datang meramaikan pangsa pasar nasional pada 2005. Dan yang diperkenalkan sekarang ini benar-benar total change. Seperti desain lampu utama diadopsi dari A6 dan R8 yang dilengkapi LED. Kemudian lebih hemat BBM ketimbang seri sebelumnya, yakni 10,3 km per liter untuk dalam kota dan 7,4 km per liter untuk kombinasi.

Kecanggihan A4 ini, menurut Presiden Direktur Indomobil Sukses International, Gunadi Sindhuwinata  fitur-fiturnya sangat elegan, sportif dan dinamis. Bahkan transmisi yang multitronic punya tiga karakter, Auto, Dynamic dan Comfort sesuai dengan keinginan pengemudi. Sistem kerjanya elektronik, jadi pengemudi tinggal tekan tombol. “Misalnya, dynamic untuk mereka yang ingin berkendara dengan kecepatan tinggi. Kemudian comfort untuk jalan santai, di dalam kota dan auto akan menentukan sendiri karena sesungguhnya ada interaksi antara mobil dengan pengemudi,” papar Gunadi, usai launching The New Audi A4 di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (22/5).

Saat peluncuran, hadir pembalap A1 Indonesia  Satrio Hermanto. Ia menuturkan saat melakukan test drive di jalan tol, dengan menggunakan pilihan dynamic, suspensinya lebih kuat.

Audi A4 ditawarkan dengan dua warna, abu-abu dan hitam. Harganya dibanderol sekitar Rp650 jutaan. Gunadi optimis, angka penjualan tahun ini akan mencapai 200 unit, sesuai jumlah yang dialokasikan untuk Indonesia. “Kami targetkan tahun ini bisa terjual 200 unit. Walaupun problemnya, alokasi untuk Indonesia agak terbatas karena permintaan dunia yang sangat tinggi. Untuk batch I seri A4 ini, hingga hari ini sudah terjual 20 unit,” jelas Gunadi.

Saat dipamerkan, Audi A4 meraih penghargaan sebagai Germany Most Popular Car “Our Car” Award pada April 2008 dan Europe’s Auto 1 Trophy, Maret 2008.

Sumber : kompas
ING

mobil nisanTOKYO, RABU – Proyeksi pembangunan mobil bertenaga elektrik dari berbagai produsen otomotif bukan lagi menjadi isu yang baru. Tapi, penentuan teknologi baterai yang akan menjadi sumber penggerak, sering kali belum dijelaskan.

Berkaitan dengan hal itu, sebuah kepastian datang dari Nissan dan produsen elektronik terkemukan Jepang, NEC. Kedua perusahaan ini sepakat untuk menanamkan modal sebesar 115 juta dollar AS dalam tempo tiga tahun. Investasi sebesar itu digunakan untuk membuat sebuah teknologi baterai Lithium-ion yang akan digunakan pada mobil elektrik keluaran Nissan, yang ditargetkan masuk ke pasar pada 2010.

Nissan sendiri pada awal bulan Mei ini pernah mengungkapkan bahwa pihaknya akan menaruh perhatian pada pembangunan mobil elektrik, sebagai upaya untuk menghadapi persaingan dengan sejumlah kompetitor. Sejauh ini, ada Toyota dan Honda yang telah lebih dulu meletakkan fokus mereka pada mesin berteknologi hibrida.

Pada pergelaran New York Auto Show 2008 bulan Maret lalu, Nissan telah memamerkan Denki Cube, sebuah baterai versi kompak, sebagai simbol fokus Nissan pada kendaraan elektrik. Sebagai gambaran, Toyota dan Nissan membangun teknologi batarai untuk kendaraan elektrik mereka dalam perusahaan yang terpisah, sama halnya dengan Mitsubishi Motors.

Sebenarnya, kerjasama antara NEC dan Nissan sudah diawali sejak tahun lalu, dengan dibentuknya Automotive Energy Supply Corporation untuk mengembangkan dan memproduksi baterai Lithium-ion. Namun, Senin kemarin, merupakan kali pertama diumumkannya besaran investasi untuk proyek itu. Disebutkan, NEC secara bertahap akan mulai menambah kapasitas produksinya mulai dari 13.000 batarai per tahun menjadi 65.000 batarai per tahun pada 2011.

Pihak Nissan mengungkapkan bahwa mobil elektrik yang diproduksinya itu akan dipasarkan di Amerika Serikat dan Jepang, dan baru akan memasuki pasar global pada tahun 2012 berkat kerjasama dengan pabrikan asal Perancis, Renault.
GLO

Sumber : EDMUNDS , www.kompas.com

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.