Category: kuliner


Cikini sudah sejak sekitar seratus tahun silam menjadi kawasan elite. Cikini identik dengan tempat rekreasi karena di kawasan ini terdapat kebun binatang pertama, Planten en Dierentuin, tahun 1864. Pada 1949 berubah nama menjadi Kebun Binatang Cikini.

Selain kebun binatang, bioskop top di Jakarta kala itu, Garden Hall, dan bioskop Podium juga berdiri di sekitar kawasan ini. Mereka yang doyan berendam juga bisa berenang di kolam renang yang tersedia.

Kebun Binatang menjadi tengara kawasan ini di masa tersebut. Pada tahun 1960 Cikini merajut cerita baru yang di kemudian hari menjadi tengara lain bagi pemburu makanan masa lampau. Tepatnya di Jalan Kebun Binatang III, sebuah warung mulai mencuri perhatian warga dengan es cendol pink.

Tak seperti es cendol yang biasa ditemui, berwarna hijau dan terbuat dari tepung beras, maka cendol di warung itu punya ciri warna merah muda dan terasa lebih kenyal karena terbuat dari tepung hungkwe.

Warung itu diberi nama Bon Bin, kependekan dari kebon binatang. Cendol merah mudanya menggoda warga sekitar. Bahkan, hingga kebun binatang itu dipindah ke Ragunan sekitar pertengahan tahun 1960 dan bioskop lenyap berganti menjadi kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), warung ini tetap populer. Makin hari bukan hanya si cendol yang dicari, tapi juga gado-gado siram dan asinan bumbu kacang.

Perbincangan dari mulut ke mulut tentang warung itu sudah jadi iklan yang berdampak luas. Apalagi, warung milik Lanny Wijaya berdekatan dengan sekolah kaum elite, Perguruan Cikini serta SMP 1 Jakarta yang gedungnya dibangun awal abad ke-18 dan masuk dalam benda cagar budaya (BCB). Sambil menjemput putra/putri, orangtua siswa mengisi perut di warung tersebut.

Begitulah, kisah si warung terus menyebar hingga kini. Di masa sekarang, warung itu berada di Jalan Cikini IV (pengganti Jalan Kebun Binatang). Jalan kecil ini letaknya persis di seberang Laba Laba. Sementara itu menu yang dikejar dari warung itu tetap saja sama, es cendol, gado-gado siram, dan asinan.

Lebih mahal

Namanya juga makanan khas Jakarta yang sudah ada puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu, tak aneh jika gado-gado menjadi sangat lazim. Menjadi tidak biasa jika makanan itu dijajakan di satu tempat awet hingga puluhan tahun dan bertahan dengan bahan dan rasa yang sama. Sepiring gado-gado siram berisi potongan lontong, rebusan bayam, tahu, tauge, telur ayam setengah berlumur bumbu kacang yang sangat halus kemudian ditutup dengan emping melinjo dan kerupuk udang, memang cukup menggoda.

Yang pasti, bumbu superkental tadi mendominasi semua rasa. “Yang bikin beda gado-gado di sini bumbu kacangnya. Ini kan bukan gado-gado ulek. Kacang tanah digongseng terus dipecah, dipilih, kacang yang busuk dibuang. Kalau enggak dipecah kan enggak kelihatan kualitas kacang tanahnya. Setelah itu digiling kemudian dimasak sampai keluar minyak. Itu bumbu siram gado-gado,” papar Lanny. Menurut perempuan berusia 78 tahun ini, sejak dirinya masih muda harga gado-gado siram lebih mahal daripada gado-gado ulek. “Dulu zaman saya kecil gado-gado siram harganya 3,5 sen. Yang ulek cuma 1,5 sen,” tandasnya.

Kini harga sepiring gado-gado di Warung Gado-gado Bon Bin ini Rp 19.000. Untuk teman makan gado-gado ada ayam kampung (bumbu kuning) goreng Rp 12.000 per potong. Untuk melancarkan tenggorokan es cendol centil seharga Rp 8.000 per gelas bisa dipilih. Campuran santan dan gulanya terasa asli dan kental.

Es kopyor bisa jadi pilihan lain. Untuk minuman ini harganya nyaris setara dengan seporsi gado-gado, Rp 17.000 per gelas. Sebagai penutup, asinan bumbu kacang yang berisi sawi, irisan kol, lobak, lokio, dan tauge yang diguyur bumbu kacang. Tak ketinggalan kacang tanah goreng dan kerupuk mi. Kesegaran tadi cukup dengan Rp 14.000.

Seiring perkembangan zaman, Lanny pun menambah menu. Selain ayam kampung goreng, ada juga lontong cap go meh. Tetap saja orang rela antre di warung ini demi sepiring gado-gado siram.

Jadi ingat lagu berirama keroncong yang dinyanyikan Mus Mulyadi dan Tuty Tri Sedya:

Gado-gadonya, Bung, dari Jakarta,Sangat digemari rakyat jelata Satu bungkusnya Bung lima rupiah, Bang Achmad pulang, Bung, sudah sedia Mpok Saminah, Bung, malas ke dapur Semua ada, tahu goreng, kerupuk udang, campur-campur Bila Mpok Minah, Bung, malas belanja Beli gado-gado dari Jakarta…
Pradaningrum Mijarto

MEMPELAJARI sendiri tubuh Anda dan cara bagaimana mencapai klimaks saat berhubungan seks merupakan hal yang penting agar Anda dapat merasai betapa luar biasanya orgasme itu. Cobalah dengan membuat diri Anda sendiri merasakannya sebelum pasangan melakukannya untuk Anda. Karena itu, carilah tempat yang sepi, aman, terjamin tidak ada gangguan, nyaman, sehingga Anda dapat melakukan masturbasi dengan sempurna dengan 20 cara untuk mencapai orgasme berikut ini

1. Gunakan pelumas atau pelicin yang biasa digunakan untuk dioleskan di seluruh permukaan vulva Anda dengan jari-jemari. Mulai dari klitoris, labia sampai menyebar bagian lain, ke kanan bawah, hingga membuka vagina. Anda perlu oleskan ke seluruh bagian sehingga tidak bakal ada gesekan yang membuat tidak nyaman.

2. Namun sebelum menggunakan tangan, Anda harus mengujinya pada berbagai bagian tubuh lain apa yang mulut, lidah, bibir rasakan saat disentuh, dicium, ditekan, bahkan dijilat. Jelas rasanya luar biasa, bukan? Sensasi yang Anda rasakan merupakan sensasi yang kerapkali Anda inginkan terjadi ketika Anda menggunakan jari-jari saat menyentuh tubuh.

3. Gunakan tangan yang biasanya Anda gunakan. Selanjutnya, menarik juga bila Anda ingin menggunakan tangan yang satunya (yang biasanya tidak Anda gunakan) untuk merasakan seperti kalau seseorang menyentuh Anda. Namun, saat ini, fokuskan satu tangan dan dua jari untuk bisa menjelajahi seluruh area tubuh dengan jari-jemari dan merasai jari-jari ini saat menyentuh kulit tubuh Anda.

4. Sekarang lakukan praktik sentuhan, tapi jangan gunakan alat genital dulu. Taruh ujung jari telunjuk di punggung tangan Anda satunya dan sentuh pelan-pelan kulit tangan Anda. Jangan digosokkan. Cukup tempelkan saja dan gerakkan. Buat variasi tekanan dan tempo. Terapkan jenis sentuhan ini pada sebanyak mungkin bagian tubuh Anda. Pasti sangat nikmat di mana pun Anda terapkan.

5. Gunakan ujung jari telunjuk dan tengah. Rasai klitoris Anda, sentuh pelan-pelan. Gerakkan sedikit ujung jari. Jangan pernah menggosok klitoris, karena bagian ini sangat sensitif.

Sumber :

-Orgasms and How to Have Them: A Guide for Women by Jenny Hare

-kompas

Kerepotan membawa dua putri kesayangannya tak menyurutkan semangat Eriza untuk menikmati jajanan khas kesukaannya. “Saya dari Sidoarjo, datang ke sini berburu soto medan,” ujarnya.

Diantar sang suami, Eriza, bersama keluarganya menempuh jarak sekitar 30 km menuju pusat kota Surabaya, lokasi Festival Jajanan Bango (FJB) 2008 digelar. Mereka memuaskan kegemarannya terhadap hidangan khas daerah asal Eriza.

“Mumpung di sini lengkap jajanannya, sekalian jalan-jalan,” kata Eriza.

Hal sama dilakukan Ibu Darmaji, bersama putri dan menantunya, mereka menempuh perjalanan dari Gresik ke lapangan yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Surabaya. “Diajak anak saya jalan-jalan ke sini, kebetulan kami suka mencicipi makanan dari berbagai daerah,” ujar ibu yang mengaku telah memasuki usia pensiun itu.

Pernyataan Eriza dan Ibu Darmaji sejalan dengan warga kota lainnya. Tak heran bila sejak acara dibuka pukul 10.00 waktu setempat, mereka berduyun-duyun mendatangi tenda-tenda yang menyajikan ragam kuliner nusantara. Untunglah terik matahari yang panas saat pembukaan segera berganti teduh dengan angin sepoi-sepoi.

Makin sore, pengunjung yang makin banyak tampak bersantap dan bercanda ria di meja makan yang disediakan di tengah lapangan. Penyelenggaraan kali ini merupakan kali keempat sejak penyelenggaraan pertama pada 2005. Kota Surabaya menjadi pembuka sebelum acara yang sama digelar di Bandung dan Jakarta.

Deretan warung berupa tenda putih, menyajikan hidangan sesuai dengan tema pilihan FJB kali ini, yakni 80 makanan tradisional khas dari kota setempat. “Serba 80 menjadi tema FJB kali ini berkaitan dengan ulang tahun Kecap Bango yang ke-80,” sebut Manajer Merek Bango Memoria Dwi Prasita, yang akrab disapa Memor.

Hidangan pun bertambah lengkap dengan kehadiran 8 Duta Bango dari luar kota. Para Duta Bango yang ikut serta antara lain Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta, Nasi Bug Trunojoyo mewakili Malang, sajian Gudeg dari RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta, Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo), Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung, Soto Udang racikan RM Rinaldy mewakili Medan, Tutug Oncom olahan Saung Kiray mewakili Bogor, Coto Daeng Muchtar khas Makassar, dan Rawon Dengkul Nguling terpilih sebagai Duta Bango yang mewakili Surabaya.

Kota Surabaya sebagai pilihan pertama penyelenggaraan FJB 2008 adalah tepat. Selain sedang merayakan HUT ke-715 Kota Surabaya, 31 Mei 2008, kota yang dikenal dengan rujak cingur dan petisnya itu juga sedang gencar mengangkat wisata kuliner sebagai tujuan wisata untuk menyedot devisa.

“Kami berharap event ini akan menjadi agenda tetap yang dapat dijual kepada wisatawan mancanegara,” kata Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Surabaya Yusak Anshori.

Berkunjung ke Surabaya memang tidak mantap jika belum mencicipi hidangan mereka. Kota pahlawan ini menyimpan ragam kuliner yang selalu menjadi bahan buruan ketika berkunjung.

Menu-menu seperti rujak cingur, lontong balap, pecel semanggi, sop kikil, dan kupang lontong menjadi andalan. Tak lupa bandeng asap dan kerupuk sidoarjo, selalu menjadi tentengan pas untuk buah tangan. Semua menu unggulan itu, Sabtu 10 Mei lalu, terkumpul di Stadion Brawijaya.

“Tak perlu repot ke tempat masing-masing, cukup datang ke satu tempat, Anda dapat mencicipi semua hidangan kegemaran Anda,” ujar Yusak.

Kegiatan tersebut sejalan dengan semboyan para pencinta kuliner yang tergabung dalam Komunitas Bango Mania, ya jajan, ya makan, ya jalan- jalan. (sindo//jri)

sumber :

Jakarta – Nama Anda tercatat sebagai peserta CWS Chocolate Cake? Bersiap-siaplah hari Sabtu pagi nanti bakal ada suguhan serba cokelat yang menggiurkan. Ada kue-kue cokelat yang disajikan sebelum cooking class, ada cicip-cicip 5 jenis cake cokelat yang dibuat sang chef, ada cake cokelat yang bisa dibawa pulang, dan ada juga hadiah-hadiah menarik lainnya termasuk bingkisan cokelat!

Tanpa sepengetahuan kami Pastry Chef Woro bersama tim sudah melakukan persiapan spesial untuk cooking class hari Sabtu nanti. Cokelat Lindt yang dikirim oleh PT Pandurasa Kharisma sudah memasuki dapur pastry sang chef.

Ternyata shef Woro bukan hanya menyiapkan cake cokelat untuk cooking class tetapi juga beberapa jenis cake cokelat lain? Buat apa ya? “Buat suguhan dan teman minum teh dan kopi sebelum peserta mengikuti cooking class,” jelas chef Woro. Olala… pagi-pagi peserta bakal dimanja dengan suguhan cokelat!

Selama cooking class chef Woro tak akan membiarkan peserta menitikkan air liur. Sample atau cicip mencicip cake cokelat dan segala yang bisa dan perlu dicicip sudah disiapkan. Anda tak perlu khawatir, semua pasti akan kebagian. Bukan hanya tanya jawab saja yang bisa dilakukan tetapi boleh juga berkonsultasi dengan sang chef. Jadi tak perlu minder kalau pernah gagal bikin cake cokelat.

Sebelum makan siang, tim sang pastry chef juga sudah menyiapkan oleh-oleh berupa bingkisan sample cake cokelat yang bisa Anda bawa pulang. Tak hanya itu ada sejumlah hadiah yang kami siapkan. Bingkisan cokelat Lindt, beberapa voucher makan dari hotel Grand Hyatt (atau akan ditambah voucher menginap?) akan dibagikan pada peserta yang beruntung.

O ya, PT Pandurasa Kharisma juga sudah menyiapkan cokelat Lindt yang bisa dibeli dalam jumlah kecil dan harga sangat spesial! Makan siang sepuas hati di Grand Cafe bakal jadi penutup yang seru!

Nah, kalau nama Anda sudah terdaftar sebagai peserta segera saja bereskan urusan administrasi. Buat mereka yang belum terdaftar silakan segera hubungi Ticket Box detikcom. Telepon segera Yosi atau Rini di telepon ke (021) 794 11 77 ext: 251 / 252 (hunting) / 7944473 (direct), (031) 5021631 atau (022) 423 3533 atau kirimkan email ke: ticketbox@staff.detik.com.

Kami hanya akan memberikan beberapa tempat yang tersisa khusus untuk mereka yang berminat dan segera membereskan urusan administrasi. [dev/Odi]

sumber: www.detikfood.com

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.