Category: Uncategorized


my collection mp3

1. Avril Lavigne Myworld.mp3

2. Avril Lavigne SkaterBoi.mp3

3. Avril Lavigne Tomorrow.mp3

4. AvrilLavigne-NobodysFool.Mp3

5. AvrilLavigne-Naked.Mp3

6. AvrilLavigne-ImWithYou.Mp3

7. AvrilLavigne-ComplicatedTheMatrixMix.Mp3

8. AvrilLavigne-AnythingButOrdinary.Mp3

9. AvrilLavigne-LosingGrip.Mp3

10. AvrilLavigne-Mobile.Mp3

Bandung Bondowoso

Prior to the creation of Sewu Temple in Prambanan, legend has it, there lived a man called Bandung Bondowoso, who, with his supernatural powers, created 1,000 temples overnight.

If Bandung Bondowoso were alive today, the damage done to the hundreds of historical sites by the tectonic quake measuring 5.9 on the Richter scale on May 27 would not have saddened Laretna T. Adhisakti so much.

“I’m really sad,” said Laretna, of the Yogjakarta Heritage Society, of the damaged historical site.
The damage is not too hard to notice.

Take a look at the destroyed Brahmana Temple in the Prambanan compound. Slabs of stone are scattered everywhere. Next to it is the Siwa Temple, which appears to have sustained damage to its foundation. The Wisnu Temple was not spared either.

Sojiwan Temple, also located in the part of the Prambanan compound that belongs to Central Java province, is in an even worse condition. The body of the temple, which was actually undergoing reconstruction, has collapsed.

“In fact, the temple stones had been collected since 1950 and the renovation of the temple had been going on since 1992,” said Guritno of the Central Java Center for Archaeological Conservation and Heritage (BP3).

In Central Java, other temples that have been damaged are Sewu, Plaosan Lor, Plaosan Kidul and Lumbung. Golo Mosque and an old tomb in Bayat, Klaten, were also damaged in the quake.

There are more damaged buildings in Yogyakarta than in Central Java. The Yogyakarta Palace, which Sultan Hamengku Buwono I built in 1755, was damaged in several places.

The Trajumas Hall, a building with a traditional Javanese roof known as a Joglo, where the gamelan, a royal sedan chair and other property for the Tedak Siti rite are kept, completely collapsed. The other halls, such as Srimanganti, Pagelaran and Sitihinggil, have also cracks in a number of places.

Various historical buildings around the palace such as the Hamengku Buwono IX Museum, the Grand Mosque, the Golden Carriage Museum, the houses of high-ranking nobility such as Dalem Wironegaran, Pugeran, Yudonegaran, Pujokusuman, Condroningratan and Prabeyo have also been damaged.

Baluwerti fortress that surrounds Yogyakarta Palace has cracks in the wall in several parts.

The quake, that claimed thousands of lives in Yogyakarta and Klaten, has also damaged Taman Sari, a historical building that has been named as one of the world’s endangered sites. At least 10 areas in the compound were damaged.

One of these is the ornamental engraving on the upper part of Gapura Agung (Grand Gate), the main gateway to Taman Sari. Part of the wall of Cemeti Island on this site collapsed in the quake, killing two locals.

“They were a mother and her child,” said Siswohartono, who lives in the Taman Sari compound.

Outside the palace, historical buildings such as the royal tombs in Imogiri, Bantul, Panggung Krapyak, where the Javanese kings used to hunt deer, the Paku Alam Palace, Tarumartani cigar factory, the traditional joglo Javanese houses in Kota Gede, and houses built in the Dutch Indies architectural style in various parts of Yogyakarta have also been damaged.

It is really tragic because within just 57 seconds all these historical buildings were brought to the verge of collapse and may well vanish into the abyss of history if nothing is done to fix the damage.

Aside from damaging tourist sites, the quake has also discouraged tourists from visiting Yogyakarta.

Prambanan Temple, usually the main attraction for tourists visiting Yogyakarta, is now deserted. Although it sustained some damage, the temple is open to visitors.

“I believe the post-quake Prambanan Temple can be a special attraction for tourists,” said Wagiman Subiarso, director of PT Taman Wisata Candi Borobodur, Prambananan and Ratu Boko, a company managing the three temples, without elaborating.

There may be some truth in Wagiman’s words. However, restoring all these historical buildings must be given priority.

To this end, BP3 of Central Java has recorded all the damage and is now ready to renovate the site. A budget of some Rp 9.7 billion (around US$1.05 million) has been set aside for this purpose.

Meanwhile, the Center for the Conservation of Borobudur Heritage is now analyzing the damage sustained by Prambanan Temple.

“Using a laser scanning device, we are now examining in detail the extent of the inclination, collapse and parting of the stones that made up the temple structure,” said Iwan Kurnianto of the Center for Conservation of Borobudur Heritage.

With the assistance of various parties such as ICOMOS Indonesia, the Architectural and Planning Department of Gajah Mada University and many other institutions, Laretna is now doing everything possible to renovate the various historical buildings that the quake has damaged.

She has contacted various parties in the global community concerned with the renovation of historical buildings in Yogyakarta. Aside from reconstructing historical buildings, Laretna also reminds people of the need to rebuild the intangible historical legacy such as the community of traditional batik makers in Imogiri, Bantul, ceramic makers in Kasongan (Yogyakarta) and Bayat (Klaten).

“We are preparing a special place for the batik makers from Imogiri so that they can soon start making batik again,” Laretna said.

The legend of Bandung Bondowoso describes how he went into meditation to communicate with the spirits and ask them for help to build a thousand temples overnight to meet a condition set by his prospective wife, Roro Jonggrang.

Today, a modern Bandung Bondowoso is needed, not to mobilize supernatural spirits, but to mobilize thoughts, funds and technological capability to renovate Prambanan Temple, Sewu Temple and the many other significant historical sites.

JIKA Anda mengalami sakit gigi disertai benjolan di sekitar mulut, jangan biarkan begitu saja. Bisa jadi itu merupakan indikasi tumor. Jika sudah terserang, jangankan untuk mengunyah makanan, hidup Anda pun akan tidak nyaman. Apa penyebabnya?

Tumor merupakan pertumbuhan sel yang tidak semestinya. Kombinasi kelainan genetik, oral hygiene yang buruk, serta nikotin adalah faktor pendukung terjadinya tumor ganas di rongga mulut. Tumor pada rongga mulut dapat terjadi pada lapisan epidermis mukosa mulut, otot, tulang rahang, kelenjar ludah, dan kelenjar getah bening. Sebagian orang mungkin belum sadar betul terhadap adanya tumor pada rongga mulut ini. Namun pada kenyataannya, tumor ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kualitas hidup si penderita, sehingga dapat mengganggu aktivitas harian.

Tumor, dalam bahasa medis, disebut neoplasma. neo berarti baru dan plasia berarti pertumbuhan atau pembelahan. Jadi neoplasma adalah pertumbuhan sel yang baru, yang berbeda dari pertumbuhan sel-sel di sekitarnya yang normal. Perlu diketahui bahwa sel tumbuh secara umum memiliki dua tugas utama, yaitu melaksanakan aktivitas fungsionalnya serta berkembangbiak dengan membelah diri. Namun pada sel tumor, yang terjadi adalah hampir semua energi sel digunakan untuk aktivitas berkembang biak semata. Fungsi pengembangbiakan ini diatur oleh inti sel. Akibatnya, pada sel tumor dijumpai inti sel yang membesar karena tuntutan yang meningkat.

Lalu, apa sebenarnya penyebab tumor rongga mulut ini? Menurut drg Denny Sidiq Hudayah SpBM, tumor pada rongga mulut ini terjadi karena pertumbuhan yang liar dalam mulut yang tidak dapat dikendalikan. Tumor pada rongga mulut ini dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu tumor ganas yang disebut maligna. Pertumbuhan tumor, baik jinak maupun ganas biasanya berasal dari berbagai jaringan di dalam dan sekitar mulut, termasuk tulang, otot dan saraf.

Gejala Tumor Jinak

Kanker mulut, terang drg Denny, biasanya terjadi pada bagian pinggir lidah, dasar mulut, langit-langit lunak, pipi, dan rahang. Tumor pada lidah dan dasar mulut biasanya merupakan karsinoma sel skuarnosa. Tumor ini berasal dari pembuluh darah yang dekat dengan kulit dan sering ditemukan di dalam mulut.

Tidak hanya itu, kebiasaan mengunyah dan menghisap tembakau juga dapat mengakibatkan seringnya orang terkena tumor di bibir dan pipi. Tumor ini juga merupakan karsinoma verkosa yang pertumbuhannya lambat. Sedangkan tumor pada lidah tidak menimbulkan nyeri dan biasanya tumbuh di bagian pinggir lidah. Orang yang mempunyai kebiasaan mengunyah atau menghisap tembakau, dapat terjadi benjolan putih dan dapat berkembang menjadi karsinoma verukosa.

Tumor pada mulut biasanya merupakan karsinoma sel skuamosa yang tampak seperti terbuka dan cenderung tumbuh ke dalam struktur di bawahnya. Pada langit-langit lunak pun dapat terjadi tumor, dan biasanya berupa karsinoma sel skuamosa atau tumor yang dimulai di dalam kelenjar ludah kecil di langit-langit lunak. Karisnoma sebuah luka terbuka. Tumor yang dimulai dalam kelenjar ludah kecil biasanya muncul sebagai pembengkakan kecil.

Faktor Penyebab

Tumor ganas tumbuhnya relatif lebih cepat karena lebih aktif dan agresif. Jika berada di permukaan tubuh, tumor ini akan membesar dengan cepat dan seringkali disertai dengan luka atau pembusukan yang tidak kunjung sembuh. Luka diakibatkan oleh suplai nutrisi ke sel-sel tumor yang tidak mampu mengimbangi lagi sel-sel tumor yang jumlahnya sangat cepat dan berlipat ganda. Akibatnya, sel-sel yang berada di ujung tidak mendapat nutrisi dan mati. Jadi, hati-hati jika ada luka yang kotor dan tidak kunjung sembuh dengan pengobatan, bahkan bertambah luas.

Pecandu alkohol pun sangat berisiko terkena tumor. Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Dapat juga terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas. “Terjadinya tumor memang bisa disebabkan oleh apa saja, seperti tembakau, alkohol, sifilis, kemudian defisiensi nutrisi atau kurang gizi, cahaya matahari, atau panas dari pipa rokok,” terangnya.

Salah satu cara mengurangi risiko terjadinya tumor bibir adalah menghindari cahaya matahari langsung. Jika kerusakan karena cahaya matahari mengenai bibir yang luas, bisa dilakukan pencukuran bibir, di mana seluruh lapisan terluar bibir diangkat, baik melalui pembedahan maupun dengan laser, untuk mencegah berkembangnya tumor.

Keberhasilan pengobatan tumor mulut dan bibir sangat tergantung pada seberapa jauh tumor itu telah berkembang. Tumor mulut jarang menyebar ke daerah tubuh yang jauh, tetapi menyusup ke dalam kepala dan leher. Jika seluruh tumor dan jaringan normal di sekitar tumor diangkat sebelum tumor menyebar ke kelenjar getah bening, peluang kesembuhannya jarang terjadi.

Pada proses pembedahan, selain yang diangkat adalah tumor di dalam mulut, tetapi juga kelenjar getah bening di bawah dan di belakang rahang dan di sepanjang leher. Penderita tumor mulut atau tenggorokan bisa menjalani terapi penyinaran dan pembedahan atau hanya penyinaran saja. Tapi penyinaran seringkali merusak kelenjar ludah dan menyebabkan mulut si penderita kering, yang pada gilirannya bisa memicu timbulnya kavitas dan masalah gigi lainnya.

“Menurut literatur, yang lebih banyak terkena tumor lidah adalah laki-laki sekitar 75 persen. Pengobatan pada tumor ganas juga dapat dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan. Kalau tumor jinak, cukup dengan melakukan pembedahan saja,” jelasnya.

(Genie/Genie/tty)

Sumber :

ibu dan anak

ditulis oleh: Faiqotul Hasanah

Tingkah laku abnormal adalah tingkah laku yang mal-adaptif dan berbahaya. Tingkah laku seperti ini tidak mampu mendukung kesejahteraan, perkembangan, dan pemenuhan masa remaja, dan juga akhirnya pada orang lain.

Tingkah laku abnormal disebabakan oleh beberapa faktor yaitu dari aspek biologis, psikologis dan sosial budaya. Tingkah laku abnormal memiliki spektrum yang luas. Gangguanya bervariasi dalam tingkat keparahannya dan dalam hal tingkat perkembangan remaja, jenis kelamin, dan kelas sosial. Dari beberapa perilaku abnormalsalah satunya adalah “bunuh diri”.

Bunuh diri jarang terjadi dimasa kanak-kanak dan masa remaja awal, namun kurang lebih mulai pada usia 15 tahun. Kemungkinan bunuh diri lebih banyak dilakukan oleh kaum laki-laki daripada perempuan. Anak yang mencoba melakukan bunuh diri biasanya disebabkan beberapa faktor, yaitu:

a. Keluarga yang tidak stabil dan tidak bahagia

b. Tidak adanya hubungan persahabatan yang suportif

c. Kecemasan, konflik batin

d. Ketidakstabilan yang sangat nyata dalam pekerjaandan hubungan dengan orang lain

e. Depresi

f. Ketergantungannya terhadap alkohol

g. Faktor-faktor genetis

h. Perasaan putus asa

i. Hargadiri yang rendah

j. Sikap menyalahkan diri sendiri

Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri biasanya terlihat dari tingkah laku sehari-hari yang sudah menyimpang dari anak yang normal. Remaja / anak yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri akan memperlihatkan tanda-tanda awal sebagai berikut:

1. Remaja mengancam akan bunuh dir, misalnya “Aku harap aku mati saja”; “keluargaku pasti akan lebih baik kalau aku tidak ada”; “Aku tidak punya apa-apa yang membuat aku hidup”.

Orang tua harus peka dalam memperhatikan tumbuh kembang anak. Jika anak sudah mengatakan kata-kata seperti diatas maka orang tua harus ekstra perhatian dan segera mengantisipasinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Sudah pernah ada percobaan bunuh diri sebelumnya, sekecil apapun. Empat dari lima orang yang melakukan bunuh diri sebelumnya telah melakukan sedikitnya satu percobaan bunuh diri.

Jika anak pernah mencoba untuk melakukan bunuh diri maka orang tua harus lebih berhati-hati dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap segala perilaku anak agar tidak terjadi kejadian yang sama. Walaupun percobaan bunuh diri yang pertama tidak berhasil atau tidak terjadi tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi.

3. Tersirat unsur-unsur kematian dalam musik, seni, dan tulisan-tulisan pribadinya.

Orang tua harus peka terhadap tumbuh kembang anak. Jika anak mulau menyukai hal-hal yang berbau kematian padahal sebelumnya tidak, maka segera lakukan pencegahan-pencegahan awal sebelum terlambat.

4. Kehilangan anggota keluarga, binatang peliharaan atau kematian pacar, diabaikan dan putusnya suatu hubungan.

Setelah kejadian tersebut anak berubah maka segera dekati beri perhatian yang khusus dan tingkatan frekuensi untuk bersama anak.

5. Gangguan dalam keluarga, seperti tidak memiliki pekerjaan penyakit serius, pindah dan perceraian.

Jika terjadi gangguan-gangguan dalam keluarga maka segera orang terdekat untuk menghibur dan membantu dalam memotivasi agar tidak down/ putus asa, sehingga dapat meminimalkan tindakan bunuh diri.

6. Gangguan tidur dan kebiasaan makan, serta dalam kebersihan diri

Anak yang awalnya tidak ada gangguan tidur, kebiasaan makan dan kebersihan diri tiba-tiba berubah maka sebagai orang tua harus segera mengantisipasinya kemungkinan anak tersebut punya banyak masalah dan takut untuk menceritakan pada orang tuasehingga berpengaruh pada kebiasaan tidur, makan, dll.

7. Menurunnya nilai-nilai disekolah dan kurangnya minat terhadap sekolah atau kegiatan yang sebelumnya dianggap penting.

Jika nilai-nilai disekolah menurun drastis, dan prestasi anal menurun. Maka orang tua harus peka dan segera memberikan perhatian khusus pada anak agar anak tidak sampai melakukan tindakan yang berbahaya.

8. Perubahan pola tingkah laku yang dramatis, misalnya remaja yang senang sekali berteman dan berkumpul dengan banyak orang berubah menjadi pemalu dan menarik diri.

Jika anak mengalami perubahan drastis, maka orang tua harus segera peka memberikan perhatian ekstra pada anak tersebut. Segera mencari informasi-informasi yang menyebabkan perubahan-perubahan drastis.

9. Perasaan murung, tidak berdaya dan putus asa yang mendalam

Jika anak mempunyai perilaku seperti itu, orang tua harus membuat anak menjadi tidak pemurung dan mudah bergaul dengan orang lain. Anak harus banyak diikutkan kegiatan-kegiatan yang bisa menambah banyak teman.

10. Menarik diri anggota keluarga dan teman, merasa di singkirkan oleh orang yang berarti baginya.

Didalam keluarga harus diciptakan suasana yang harmonis dan kekeluargaan agar anak merasa nyaman dan diakui keberadaannya.

11. Membuang atau memberikan semua hadiah-hadiah miliknya dan sebaliknya mulai menata kerapihan.

Anak yang membuang atau memberikan semua hadiah-hadiah miliknya berarti anak tersebut sedang memiliki masalah dan orang tua harus segera membantu anak dalam mengatasi masalah-masalahnya.

12. Serangkaian kecelakaan atau tingkah laku beresiko yang tidak terencana

Penyalahgunaan narkoba dan alkohol, mengabaikan keselamatan diri, menerima tantangan yang berbahaya. (Dalam lingkungannya dengan penyalahgunaan obat-obatan, dan alkohol, telah terjadi peningkatan yang dramatis selama beberapa tahun belakangan ini sehubungan dengan julah remaja yang melakukan bunuh diri pada saat seang dibawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang).

Anak yang sudah terlanjur terjerumus pada ketergantungan alkohol dan obat-obatan, akan melakukan hal-hal yang berani dan diluar akal manusia. Segala tindakannya nekat dan beresiko. Orang tua harus segera menghentikan ketergantungan anak pada hal-hal tersebut selain merusak kesehatan anak akan cenderung anarki, dan tidak bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhannya.

Maka dari itu ciptakan suasana keluarga yang nyaman dan harmonis, sehingga anak tidak merasa kesepian, dan mencari kesenangan-kesenangan diluar yang dapat membahayakan keselamatan anak tersebut.

Dan sebagai orang tua harus selalu memperhatikan tumbuh kembang anak. Walaupun anak dilahirkan secara normal dan tidak memiliki kecacatan-kecacatan, bukan berarti anak dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan yang baik. Karena dalam proses tumbuh kembang anak bisa saja anak menjadi abnormal dari yang sebelumnya masuk pada kategori normal.

Orang tua harus memperhatikan lingkungan bermain anak agar anak tidak mudah terpengaruhpada hal-hal yang berbahaya bagi dirinya. Karena dari lingkungan yang tidak baik dan pergaulan yang buruk bisa menyebabkan hal-hal yang mengganggu dalam proses tumbuh kembang anak.

Selain tindakan bunuh diri, banyak lagi tindakan-tindakan atau perilaku anak yang menyimpang yang disebabkan oleh kurangnya pengawasan, perhatian, kasih sayang, dan pengertian orang tua. Lingkungan keluarga yang baik dan lingkungan bermain yang baik akan menghindarkan anak dari perilaku abnormal.

DAFTAR PUSTAKA

- Santrock, Jhon W. 2003. Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

- Supratiknya.A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Kanisius.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.