ibu dan anak

ditulis oleh: Faiqotul Hasanah

Tingkah laku abnormal adalah tingkah laku yang mal-adaptif dan berbahaya. Tingkah laku seperti ini tidak mampu mendukung kesejahteraan, perkembangan, dan pemenuhan masa remaja, dan juga akhirnya pada orang lain.

Tingkah laku abnormal disebabakan oleh beberapa faktor yaitu dari aspek biologis, psikologis dan sosial budaya. Tingkah laku abnormal memiliki spektrum yang luas. Gangguanya bervariasi dalam tingkat keparahannya dan dalam hal tingkat perkembangan remaja, jenis kelamin, dan kelas sosial. Dari beberapa perilaku abnormalsalah satunya adalah “bunuh diri”.

Bunuh diri jarang terjadi dimasa kanak-kanak dan masa remaja awal, namun kurang lebih mulai pada usia 15 tahun. Kemungkinan bunuh diri lebih banyak dilakukan oleh kaum laki-laki daripada perempuan. Anak yang mencoba melakukan bunuh diri biasanya disebabkan beberapa faktor, yaitu:

a. Keluarga yang tidak stabil dan tidak bahagia

b. Tidak adanya hubungan persahabatan yang suportif

c. Kecemasan, konflik batin

d. Ketidakstabilan yang sangat nyata dalam pekerjaandan hubungan dengan orang lain

e. Depresi

f. Ketergantungannya terhadap alkohol

g. Faktor-faktor genetis

h. Perasaan putus asa

i. Hargadiri yang rendah

j. Sikap menyalahkan diri sendiri

Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri biasanya terlihat dari tingkah laku sehari-hari yang sudah menyimpang dari anak yang normal. Remaja / anak yang mempunyai keinginan untuk bunuh diri akan memperlihatkan tanda-tanda awal sebagai berikut:

1. Remaja mengancam akan bunuh dir, misalnya “Aku harap aku mati saja”; “keluargaku pasti akan lebih baik kalau aku tidak ada”; “Aku tidak punya apa-apa yang membuat aku hidup”.

Orang tua harus peka dalam memperhatikan tumbuh kembang anak. Jika anak sudah mengatakan kata-kata seperti diatas maka orang tua harus ekstra perhatian dan segera mengantisipasinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Sudah pernah ada percobaan bunuh diri sebelumnya, sekecil apapun. Empat dari lima orang yang melakukan bunuh diri sebelumnya telah melakukan sedikitnya satu percobaan bunuh diri.

Jika anak pernah mencoba untuk melakukan bunuh diri maka orang tua harus lebih berhati-hati dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap segala perilaku anak agar tidak terjadi kejadian yang sama. Walaupun percobaan bunuh diri yang pertama tidak berhasil atau tidak terjadi tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi.

3. Tersirat unsur-unsur kematian dalam musik, seni, dan tulisan-tulisan pribadinya.

Orang tua harus peka terhadap tumbuh kembang anak. Jika anak mulau menyukai hal-hal yang berbau kematian padahal sebelumnya tidak, maka segera lakukan pencegahan-pencegahan awal sebelum terlambat.

4. Kehilangan anggota keluarga, binatang peliharaan atau kematian pacar, diabaikan dan putusnya suatu hubungan.

Setelah kejadian tersebut anak berubah maka segera dekati beri perhatian yang khusus dan tingkatan frekuensi untuk bersama anak.

5. Gangguan dalam keluarga, seperti tidak memiliki pekerjaan penyakit serius, pindah dan perceraian.

Jika terjadi gangguan-gangguan dalam keluarga maka segera orang terdekat untuk menghibur dan membantu dalam memotivasi agar tidak down/ putus asa, sehingga dapat meminimalkan tindakan bunuh diri.

6. Gangguan tidur dan kebiasaan makan, serta dalam kebersihan diri

Anak yang awalnya tidak ada gangguan tidur, kebiasaan makan dan kebersihan diri tiba-tiba berubah maka sebagai orang tua harus segera mengantisipasinya kemungkinan anak tersebut punya banyak masalah dan takut untuk menceritakan pada orang tuasehingga berpengaruh pada kebiasaan tidur, makan, dll.

7. Menurunnya nilai-nilai disekolah dan kurangnya minat terhadap sekolah atau kegiatan yang sebelumnya dianggap penting.

Jika nilai-nilai disekolah menurun drastis, dan prestasi anal menurun. Maka orang tua harus peka dan segera memberikan perhatian khusus pada anak agar anak tidak sampai melakukan tindakan yang berbahaya.

8. Perubahan pola tingkah laku yang dramatis, misalnya remaja yang senang sekali berteman dan berkumpul dengan banyak orang berubah menjadi pemalu dan menarik diri.

Jika anak mengalami perubahan drastis, maka orang tua harus segera peka memberikan perhatian ekstra pada anak tersebut. Segera mencari informasi-informasi yang menyebabkan perubahan-perubahan drastis.

9. Perasaan murung, tidak berdaya dan putus asa yang mendalam

Jika anak mempunyai perilaku seperti itu, orang tua harus membuat anak menjadi tidak pemurung dan mudah bergaul dengan orang lain. Anak harus banyak diikutkan kegiatan-kegiatan yang bisa menambah banyak teman.

10. Menarik diri anggota keluarga dan teman, merasa di singkirkan oleh orang yang berarti baginya.

Didalam keluarga harus diciptakan suasana yang harmonis dan kekeluargaan agar anak merasa nyaman dan diakui keberadaannya.

11. Membuang atau memberikan semua hadiah-hadiah miliknya dan sebaliknya mulai menata kerapihan.

Anak yang membuang atau memberikan semua hadiah-hadiah miliknya berarti anak tersebut sedang memiliki masalah dan orang tua harus segera membantu anak dalam mengatasi masalah-masalahnya.

12. Serangkaian kecelakaan atau tingkah laku beresiko yang tidak terencana

Penyalahgunaan narkoba dan alkohol, mengabaikan keselamatan diri, menerima tantangan yang berbahaya. (Dalam lingkungannya dengan penyalahgunaan obat-obatan, dan alkohol, telah terjadi peningkatan yang dramatis selama beberapa tahun belakangan ini sehubungan dengan julah remaja yang melakukan bunuh diri pada saat seang dibawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang).

Anak yang sudah terlanjur terjerumus pada ketergantungan alkohol dan obat-obatan, akan melakukan hal-hal yang berani dan diluar akal manusia. Segala tindakannya nekat dan beresiko. Orang tua harus segera menghentikan ketergantungan anak pada hal-hal tersebut selain merusak kesehatan anak akan cenderung anarki, dan tidak bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhannya.

Maka dari itu ciptakan suasana keluarga yang nyaman dan harmonis, sehingga anak tidak merasa kesepian, dan mencari kesenangan-kesenangan diluar yang dapat membahayakan keselamatan anak tersebut.

Dan sebagai orang tua harus selalu memperhatikan tumbuh kembang anak. Walaupun anak dilahirkan secara normal dan tidak memiliki kecacatan-kecacatan, bukan berarti anak dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan yang baik. Karena dalam proses tumbuh kembang anak bisa saja anak menjadi abnormal dari yang sebelumnya masuk pada kategori normal.

Orang tua harus memperhatikan lingkungan bermain anak agar anak tidak mudah terpengaruhpada hal-hal yang berbahaya bagi dirinya. Karena dari lingkungan yang tidak baik dan pergaulan yang buruk bisa menyebabkan hal-hal yang mengganggu dalam proses tumbuh kembang anak.

Selain tindakan bunuh diri, banyak lagi tindakan-tindakan atau perilaku anak yang menyimpang yang disebabkan oleh kurangnya pengawasan, perhatian, kasih sayang, dan pengertian orang tua. Lingkungan keluarga yang baik dan lingkungan bermain yang baik akan menghindarkan anak dari perilaku abnormal.

DAFTAR PUSTAKA

– Santrock, Jhon W. 2003. Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

– Supratiknya.A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: Kanisius.