JIKA Anda mengalami sakit gigi disertai benjolan di sekitar mulut, jangan biarkan begitu saja. Bisa jadi itu merupakan indikasi tumor. Jika sudah terserang, jangankan untuk mengunyah makanan, hidup Anda pun akan tidak nyaman. Apa penyebabnya?

Tumor merupakan pertumbuhan sel yang tidak semestinya. Kombinasi kelainan genetik, oral hygiene yang buruk, serta nikotin adalah faktor pendukung terjadinya tumor ganas di rongga mulut. Tumor pada rongga mulut dapat terjadi pada lapisan epidermis mukosa mulut, otot, tulang rahang, kelenjar ludah, dan kelenjar getah bening. Sebagian orang mungkin belum sadar betul terhadap adanya tumor pada rongga mulut ini. Namun pada kenyataannya, tumor ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kualitas hidup si penderita, sehingga dapat mengganggu aktivitas harian.

Tumor, dalam bahasa medis, disebut neoplasma. neo berarti baru dan plasia berarti pertumbuhan atau pembelahan. Jadi neoplasma adalah pertumbuhan sel yang baru, yang berbeda dari pertumbuhan sel-sel di sekitarnya yang normal. Perlu diketahui bahwa sel tumbuh secara umum memiliki dua tugas utama, yaitu melaksanakan aktivitas fungsionalnya serta berkembangbiak dengan membelah diri. Namun pada sel tumor, yang terjadi adalah hampir semua energi sel digunakan untuk aktivitas berkembang biak semata. Fungsi pengembangbiakan ini diatur oleh inti sel. Akibatnya, pada sel tumor dijumpai inti sel yang membesar karena tuntutan yang meningkat.

Lalu, apa sebenarnya penyebab tumor rongga mulut ini? Menurut drg Denny Sidiq Hudayah SpBM, tumor pada rongga mulut ini terjadi karena pertumbuhan yang liar dalam mulut yang tidak dapat dikendalikan. Tumor pada rongga mulut ini dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu tumor ganas yang disebut maligna. Pertumbuhan tumor, baik jinak maupun ganas biasanya berasal dari berbagai jaringan di dalam dan sekitar mulut, termasuk tulang, otot dan saraf.

Gejala Tumor Jinak

Kanker mulut, terang drg Denny, biasanya terjadi pada bagian pinggir lidah, dasar mulut, langit-langit lunak, pipi, dan rahang. Tumor pada lidah dan dasar mulut biasanya merupakan karsinoma sel skuarnosa. Tumor ini berasal dari pembuluh darah yang dekat dengan kulit dan sering ditemukan di dalam mulut.

Tidak hanya itu, kebiasaan mengunyah dan menghisap tembakau juga dapat mengakibatkan seringnya orang terkena tumor di bibir dan pipi. Tumor ini juga merupakan karsinoma verkosa yang pertumbuhannya lambat. Sedangkan tumor pada lidah tidak menimbulkan nyeri dan biasanya tumbuh di bagian pinggir lidah. Orang yang mempunyai kebiasaan mengunyah atau menghisap tembakau, dapat terjadi benjolan putih dan dapat berkembang menjadi karsinoma verukosa.

Tumor pada mulut biasanya merupakan karsinoma sel skuamosa yang tampak seperti terbuka dan cenderung tumbuh ke dalam struktur di bawahnya. Pada langit-langit lunak pun dapat terjadi tumor, dan biasanya berupa karsinoma sel skuamosa atau tumor yang dimulai di dalam kelenjar ludah kecil di langit-langit lunak. Karisnoma sebuah luka terbuka. Tumor yang dimulai dalam kelenjar ludah kecil biasanya muncul sebagai pembengkakan kecil.

Faktor Penyebab

Tumor ganas tumbuhnya relatif lebih cepat karena lebih aktif dan agresif. Jika berada di permukaan tubuh, tumor ini akan membesar dengan cepat dan seringkali disertai dengan luka atau pembusukan yang tidak kunjung sembuh. Luka diakibatkan oleh suplai nutrisi ke sel-sel tumor yang tidak mampu mengimbangi lagi sel-sel tumor yang jumlahnya sangat cepat dan berlipat ganda. Akibatnya, sel-sel yang berada di ujung tidak mendapat nutrisi dan mati. Jadi, hati-hati jika ada luka yang kotor dan tidak kunjung sembuh dengan pengobatan, bahkan bertambah luas.

Pecandu alkohol pun sangat berisiko terkena tumor. Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Dapat juga terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas. “Terjadinya tumor memang bisa disebabkan oleh apa saja, seperti tembakau, alkohol, sifilis, kemudian defisiensi nutrisi atau kurang gizi, cahaya matahari, atau panas dari pipa rokok,” terangnya.

Salah satu cara mengurangi risiko terjadinya tumor bibir adalah menghindari cahaya matahari langsung. Jika kerusakan karena cahaya matahari mengenai bibir yang luas, bisa dilakukan pencukuran bibir, di mana seluruh lapisan terluar bibir diangkat, baik melalui pembedahan maupun dengan laser, untuk mencegah berkembangnya tumor.

Keberhasilan pengobatan tumor mulut dan bibir sangat tergantung pada seberapa jauh tumor itu telah berkembang. Tumor mulut jarang menyebar ke daerah tubuh yang jauh, tetapi menyusup ke dalam kepala dan leher. Jika seluruh tumor dan jaringan normal di sekitar tumor diangkat sebelum tumor menyebar ke kelenjar getah bening, peluang kesembuhannya jarang terjadi.

Pada proses pembedahan, selain yang diangkat adalah tumor di dalam mulut, tetapi juga kelenjar getah bening di bawah dan di belakang rahang dan di sepanjang leher. Penderita tumor mulut atau tenggorokan bisa menjalani terapi penyinaran dan pembedahan atau hanya penyinaran saja. Tapi penyinaran seringkali merusak kelenjar ludah dan menyebabkan mulut si penderita kering, yang pada gilirannya bisa memicu timbulnya kavitas dan masalah gigi lainnya.

“Menurut literatur, yang lebih banyak terkena tumor lidah adalah laki-laki sekitar 75 persen. Pengobatan pada tumor ganas juga dapat dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan. Kalau tumor jinak, cukup dengan melakukan pembedahan saja,” jelasnya.

(Genie/Genie/tty)

Sumber :