Apakah Anda sering batuk meskipun tidak merokok ataupun menderita asma? Hm, barangkali Anda kekurangan zat besi. Demikian hasil temuan para peneliti dari University of Turin yang diketuai Dr Caterina Bucca.

Mereka meneliti 16 wanita dengan batuk kronis yang memiliki fungsi paru normal, tanpa gejala asma atau penyakit pernapasan lainnya, serta tidak ada bukti refluks asam lambung yang bisa menjelaskan batuknya.

Ternyata, semua responden mengalami defisiensi zat besi. Akibatnya, mereka mengalami pembengkakan pada bagian belakang mulut, dengan membran mukosa yang meradang. Pita suaranya menjadi sangat sensitif, membuat mereka lebih mudah batuk dan tersedak, seperti setelah tertawa terbahak-bahak.

Bucca lantas memberikan suplemen zat besi pada mereka untuk memperbaiki cadangan zat besi. Sekitar dua bulan kemudian, mereka diperiksa kembali. Hasilnya, batuk dan tanda-tanda peradangan di mulut dan pita suara membaik bahkan benar-benar sembuh total.

“Saya menjumpai hipersensitivitas itu benar-benar hilang atau secara luas membaik pada semua wanita,” ujar Bucca. Ini terjadi karena zat besi membantu mengatur produksi protein dalam sistem kekebalan tubuh, serta mengontrol inflamasi. Kekurangan zat besi bisa membuat saluran napas bagian atas rentan terhadap inflamasi dan menimbulkan batuk kronis.

Bucca berencana meneliti hubungan ini lebih lanjut. Nah, bila Anda mengalami batuk yang tak kunjung hilang namun tidak memiliki riwayat penyakikt pernapasan, segera periksakan kadar zat besi Anda. Siapa tahu Anda mengalami defisiensi.

(Hidupsehat/dila)

sumber : suara merdeka