TUGAS MAKALAH

DASAR PROSES PEMBELAJARAN

MATEMATIKA 2


Disusun oleh :

Anastasia Yeni Himawati

  1. Latar Belakang Masalah

Belajar adalah proses untuk memperoleh sesuatu pengalaman atau pengetahuan yang baru yang dilakukan oleh manusia untuk mengembangkan dan memajukan kehidupannya. Proses berpindahnya informasi atau pengetahuan dari satu orang ke orang yang lain sering disebut dengan proses belajar mengajar.

Salah satu ciri dari pembelajaran matematika masa kini adalah penyajiannya didasarkan pada teori psikologi pembelajaran yang pada saat ini sedang populer dibicarakan oleh pakar pendidikan.

Guru matematika yang mempelajari bagian ini akan sangat berguna dalam meningkatkan kemampuan dirinya sebagai guru matematika yang profesional dan kompeten.

  1. Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :

    1. Pengertian dari teori Piaget,Bruner,Gestalt,dan Dienes

    2. Penerapan 4 teori di atas dalam rancangan proses pembelajaran di dalam kelas.

    3. Metode yang digunakan dalam pembelajaran


ISI

A.Tinjauan singkat Teori Belajar

1. Teori Piaget

Jean Piaget menyebut bahwa struktur, kognitif ini sebagai skemata. Skemata individu berkembang secara kronologis sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Lebih dewasa individu lebih langkap stuktur kognitifnya.Perkembangannya terbagi dalam 4 tahap,yaitu:

  1. Tahap Sensori Motori ( dari lahir sampai usia 2 tahun)

  2. Tahap Pra Operasi ( usia 2 tahun sampai 7 tahun)

  3. Tahap Operasi Konkrit ( usia 7 tahun sampai 11 tahun )

  4. Tahap Operasi Formal ( usia 11 tahun dan seterusnya)

2. Teori Bruner

Jerome Bruner menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, disamping hubungan yang terkait antara konsep dan struktur. Proses belajarnya dibagi dalam 3 tahap, yaitu :

a. Tahap enaktif: anak secara langung terlihat dalam memanipulasi objek.

b. Tahap ikonik : anak tidak langsung memanipulasi objek seperti tahap enaktif.

c. Tahap simbolik: anak memanipulai simbol atau lambang objek tertentu.

3. Teori Gestalt

Dalam teori ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses melalui metode induktif. Dikemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini: (a) penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian

(b) pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan

intelektual siswa

(c) mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar

4. Teori Dienes

Zoltan P.Dienes adalah seorang matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara pengajaran terhadap anak-anak.Dasar teorinya bertumpu pada teori pieget, dan pengembangannya diorientasikan pada anak-anak, sedemikian rupa sehingga sistem yang dikembangkannya itu menarik bagi anak yang mempelajari matematika. Menurut Dienes kosep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dalam tahap-tahap belajar menjadi 6 tahap yaitu:

1. Permainan Bebas (free Play)

2. Permainan yang Menggunakan Aturan (Games)

3. Permainan Kesaman Sifat (Searching for communalitis)

4. Representasi ( Representasion)

5. Permainan dengan simbolik

6. Permainan dengan Formalisasi

B. Implementasi Teori dalam Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/ Semester : XI/

Pokok Bahasan : Peluang

1. Standar Kompetensi :

  • Pemecahan masalah dengan konsep peluang.

2. Kompetensi Dasar :

  • Menghitung peluang suatu kejadian.

3. Indikator :

  • Peluang suatu kejadian dihitung dengan menggunakan rumus.

4. Tujuan Pembelajaran :

  • Siswa dapat menjelaskan pengertian kejadian,peluang,kepastian dan kemustahilan.
  • Siswa dapat menghitung peluang suatu kejadian.
  • Siswa dapat menghitung frekuensi harapan suatu kejadian.

5. Bahan ajar :

  • Peluang suatu kejadian

6. Pelaksanaan Pembelajaran

1. Teori : Teori Belajar Piaget,Bruner,Gestalt,dan Dienes

2. Metode :

# Demonstrasi

# Tanya jawab

# Ceramah

# Permainan

Langkah – langkah Pembelajaran :

I. Kegiatan Awal

a. Pra KBM

1. Mengkondisikan lingkungan : salam pembuka

2. Mempersiapkan media pembelajaran

b. Apersepsi

1. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik untuk

mengingatkan kembali materi yang telah lalu.

II. Kegiatan Inti

  1. Guru menjelakan dan menunjukkan konsep kejadian, peluang, kepastian dan kemustahilan menggunakan alat peraga

  2. Guru memberi contoh soal tentang peluang
  3. Peserta didik dibagi dalam kelompok
  4. Guru menyajikan beberapa soal peluang dan frekuansi harapan.

  5. Siswa berdiskusi dalam kelompok

  6. Guru memberikan poin pada peserta didik yang telah berhasil memecahkan soal dari guru.

III. Kegiatan Akhir

  1. Dengan bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pelajaran.

  2. Guru memebrikan tugas mandiri untuk dikerjakan di rumah

  3. Salam penutup

7. Alat Bantu / Sumber Pembelajaran :

Madia : LCD

Alat Peraga : dadu, uang logam, kartu bridge,bola

Sumber Pembelajaran :

1. Buku Matematika SMK Bisnis Manajemen kelas XII dari Pemkot

2. Internet

Uraian Materi

Peluang suatu kejadian

Peluang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian adalah nilai yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan peristiwa itu akan terjadi. Misalnya, peluang yang rendah menunjukkan kemungkinan terjadinya peristiwa itu sangat kecil.

Percobaan adalah suatu kegiatan yang memberikan suatu hasil yang dapat diamati. Hasil yang dapat diamati dalam suatu percobaan disebut hasil percobaan.

Himpunan dari semua percobaan disebut ruang sampel. Biasanya disimbolkan dengan huruf S. Sedangkan tiap anggota atau elemen dari ruang sampel disebut titk sampel.

Misalnya dalam kantong terdapat satu bola berwarna kuning(K), satu bola berwarna merah (M), dan satu bola berwarna hijau (H) maka ruang sampelnya ditulis: S = {K,M,H}

Contoh lain adalah melempar dadu maka ruang sampelnya adalah :

S = {1,2,3,4,5,6}

Suatu kejadian yang hanya memiliki n satu titik sampel disebut kejadian sederhana.

Misal: Pada pelemparan sebuah dadu munculnya mata dadu genap yang lebih dari 4 merupakan kejadian sederhana.

Suatu kejadian yang memiliki lebih dari satu titik sampel adalah kejadian majemuk. Contoh kejadiaan majemuk bila melempar 3 buah keping uang logam. Bila S adalah ruang sampel dari satu percobaan dengan tiap anggota S memiliki kesempatan muncul yang sama. Jika A adalah suatu kejadian dengan A S, maka peluang kejadian A adalah perbandingan banyaknya kejadian A yang terjadi dengan banyaknya seluruh kejadian yang mungkin.

P ( A) = 

Contoh Soal:

  • Sebuah dadu dilambungkan satu kali. Berapa peluang munculnya mata dadu ganjil? Berapa munculnya mata dadu kurang dari 3?

Jawab :

Ruang sampel (S) = {1,2,3,4,5,6}

Jadi n(S) = 6

A = kejadian muncul mata dadu ganjil

A = {1,3,5} n(A) = 3

P(A) = = =

Jadi peluang munculnya mata dadu ganjil adalah

B = kejadian muncul mata dadu kurang dari 3

B = {1,2} n(B) = 2

P(B) = = =

Jadi peluang muncul mata dadu kurang dari 3 adalah


PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat kita peroleh beberapa kesimpulan , antara lain :

  • Pada proses belajar mengajar , pengajar dapat menerapkan teori belajar yang sesuai ke dalam rencana pembelajaran yang dibuat.

  • Dalam pembelajaran dapat mengunakan lebih dari satu teori belajar yang sesuai disertai cara penyampaian yang tepat pada siswa.
  • Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar penemuan akan bertahan lama dan mempunyai efek transfer yang lebih baik.

B. Saran

  • Supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal hendaknya pengajar perlu menerapkan teori belajar dalam kegiatan pembelajarannya.